Download

(Download 2.1 MB) Komentar Rocky Gerung Soal Perang 'Tampang Boyolali' vs 'Sontoloyo' || ILC (6/11/2018).mp3

Dipublikasikan tanggal 6 Nov 2018 oleh

Indonesia Lawyers Club

Komentar Rocky Gerung Soal Perang 'Tampang Boyolali' vs 'Sontoloyo' || ILC  (6/11/2018)
Komentar Rocky Gerung Soal Perang 'Tampang Boyolali' vs 'Sontoloyo' || ILC  (6/11/2018) 1Komentar Rocky Gerung Soal Perang 'Tampang Boyolali' vs 'Sontoloyo' || ILC  (6/11/2018) 2Komentar Rocky Gerung Soal Perang 'Tampang Boyolali' vs 'Sontoloyo' || ILC  (6/11/2018) 3

Nonton video Komentar Rocky Gerung Soal Perang 'Tampang Boyolali' vs 'Sontoloyo' || ILC (6/11/2018) streaming download video Komentar Rocky Gerung Soal Perang 'Tampang Boyolali' vs 'Sontoloyo' || ILC (6/11/2018) mp4, 3gp hd

Judul : Komentar Rocky Gerung Soal Perang 'Tampang Boyolali' vs 'Sontoloyo' || ILC (6/11/2018)
Durasi : 22.32
Publikasi : Dipublikasikan tanggal 6 Nov 2018
Hits : 1.978.682x ditonton
Suka : 19586
Tidak suka: 2251
Video : Streaming / Download Video
Sumber : https://youtube.com/watch?v=5_3C7deUItU

Rocky Gerung's Comment About 'Tampang Boyolali' vs 'Sontoloyo' War

Pengamat Politik Rocky Gerung mengkritik, tim sukses kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Rocky menjelaskan, menurutnya melebih-lebihkan ucapan Tampang Boyolali dan Sotoloyo merupakan bentuk ketidakmampuan para tim sukses dalam mengolah isu selama kampanye. Apalagi, membawa isu itu ke ranah hukum.

"Ini menurut saya persoalan konyol. Pak Jokowi menyebut dengan tegang tentang Sontoloyo, pak Prabowo dengan hura-hura. Juga kurang kreatifnya tim sukses," kata Rocky di ILC, Selasa malam 6 November 2018.

Rocky menyarankan, untuk tim sukses, hendaknya pasangan calon memilih tim yang mempunyai Intelligence Quotient atau IQ lebih cerdas. Sehingga kampanye yang dilakukan lebih berbobot dan menunjukkan kelebihan pasangan yang diusung.

"Saran saya, jelang pilpres 2019 hendaknya disiapkan tim kampanye yang IQ nya tinggi lah. Jangan sampai terjebak dan memanipulasi kalimat," ucapnya.

"Tahun politik ini normal metafor seperti itu. Jangan sedikit-sedikit dianggap delik aduan, momentum politik segala macam kalimat sebagai politis," tambahnya.


Download Now

Download Mp3 Download Video